Sebelum nya aku tinggal di sebuah rumah yang sedehana tapi sangat nyaman bagi ku, sebenar nya rumah itu adalah rumah peninggalan nenek ku, aku tinggal disana hanya bersama ibu dan bapak ku karena kedua kaka ku telah menikah dan mempunyai rumah sendiri. selama ini setiap yang aku pinta selalu di turuti oleh kedua orang tua ku maklum aku adalah anak bungsu dan putri mereka satu-satu nya ditambah lagi jarak umur ku dan kedua kaka ku berkisar 13 dan 11 tahun, tak ada lagi yang mereka perhatikan selain aku. dulu orang-orang bilang aku ini anak 'pungut' maklum lah aku anak bungsu perempuan satu-satu nya dan jarak umur dengan kaka ku yang tidak bisa dibilang dekat tapi kedua orang tua ku menjelaskan semua nya kenapa jarak umur ku dan kedua kaka ku terpaut begitu jauh.
Tapiiiiiiii sejak tanggal 19 september 2010 kehidupan ku berubah DRASTIS! setelah aku lulus dari jenjang SMA aku di masukan kedua orang tua ku di sebuah akademi kebidanan yang cukup terkenal di daerah ku dan pendidikan disana mengharuskan setiap mahasiswa nya tinggal di dalam asrama dan harus menuruti setiap peraturan yang ada. aku yang tadi nya seorang anak yang sangat manja sangat tidak terbiasa dengan kehidupan yang begini semua nya SERBA ANTRI mulai dari urusan makan hingga mandi.
Untuk kita yang terbiasa tinggal dirumah bersama kedua orang tua untuk urusan seperti itu menjadi urusan orang tua. kita hanya tau makanan enak sudah ada di atas meja, air mandi sudah penuh di dalam bak tapiiiiiiii tidak untuk kehidupan di asrama semua nya serba mandiri. jujur sampai saat ini (2tahun) aku masih belum menemukan kata 'betah' untuk tinggal tinggal di asrama.
Pada saat pembagian kamar aku mendapatkan kamar jasmine 3 yang isi nya ada 8 orang. setelah pembagian kamar akupun di antar kaka pembimbing menuju kamar yang telah di tentukan. pintu pun dibuka semerbak harum dari lemari baru sangat menyengat hidung, kesan pertama yang aku rasakan adalah kamar ini cukup luas untuk ukuran 8 orang terdapat 4 tempat tidur bertingkat dengan sprei berwarna merah muda dan di dalam nya terdapat sebuah kamar mandi kecil cukup bersih untuk ukuran asrama.
Setelah selesai menyusun semua barang akupun di ajak makan diluar oleh kedua orang tua ku tapi tidak seperti biasa nya makan di luar kali ini terasa berbeda semua nya diam mungkin karena tidak mau menambah kesedihan ku. saat itu aku masih ingat aku memesan 1 porsi nasi goreng lengkap kesukaan ku tapi aneh nya aku makan tak selahab biasa nya maklum aku makan sambil menahan air mata, aku tak mau menangis saat itu sangat tak mau aku mencoba menyembunyikan perasaan ku tapi gagal! orang tua ku sangat kenal bagai mana karakter anak bungsu nya tapi mereka tak mau bertanya padahal biasa nya setiap aku ada masalah mereka lah orang pertama yang menanyakan 'kenapa? kok sedih?' tapi kali ini tidak :')
bersambung......







Penjara Kesuksesan (Asrama) Part 1



0 komentar:
Posting Komentar